BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "PAUH NEWS"

Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Keluarga Besar Korlantas Sambut Ramadan 1447 H


JAKARTA
 | Datangnya Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Ada rasa haru, ada harapan, ada juga keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Di tengah suasana itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama Ny. Deny Agus Suryo menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ucapan itu disampaikan dengan sederhana, tanpa berlebihan. Sebuah salam hangat: Marhaban Ya Ramadan. Sebuah doa agar bulan suci ini membawa ketenangan, kesehatan, dan keberkahan bagi semua.

Menurut Irjen Agus, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, Ramadan adalah waktu untuk menata hati. Waktu untuk belajar sabar, menahan emosi, dan lebih peka terhadap orang lain. Nilai-nilai itu, katanya, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk saat berada di jalan raya.

Ia memahami bahwa selama Ramadan, aktivitas masyarakat justru sering meningkat. Menjelang berbuka puasa, jalanan menjadi lebih padat. Banyak orang ingin segera sampai rumah untuk berkumpul bersama keluarga. Dalam situasi seperti itu, kesabaran benar-benar diuji.

“Kalau kita bisa menahan diri selama berpuasa, tentu kita juga bisa menahan emosi di jalan,” ungkapnya dengan nada ringan.

Pesan itu bukanlah imbauan formal yang kaku, melainkan ajakan yang lahir dari pengalaman sehari-hari. Ia berharap masyarakat bisa lebih tenang saat berkendara, tidak tergesa-gesa, dan tetap mengutamakan keselamatan. Karena pada akhirnya, semua orang ingin sampai tujuan dengan selamat.

Ny. Deny Agus Suryo juga menyampaikan harapannya agar Ramadan tahun ini menjadi momen mempererat kebersamaan, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk memperbanyak kebaikan kecil yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar.

Ramadan adalah bulan empati. Saat kita merasakan lapar, kita belajar memahami mereka yang kekurangan. Saat kita menahan amarah, kita belajar menghargai perasaan orang lain. Nilai-nilai itu, jika dibawa ke ruang publik, termasuk di jalan raya, akan menciptakan suasana yang lebih damai.

Irjen Agus tidak berbicara panjang tentang program atau target. Ia hanya berharap agar Ramadan menjadi pengingat bahwa keselamatan, kesabaran, dan kepedulian adalah tanggung jawab bersama. Bukan semata tugas aparat, melainkan bagian dari kesadaran setiap individu.

Di penghujung pesannya, ia kembali menyampaikan doa sederhana: semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan untuk seluruh rakyat Indonesia. Semoga setiap perjalanan, sejauh apa pun, selalu dalam lindungan Tuhan. Dan semoga bulan suci ini benar-benar menjadi ruang untuk memperbaiki diri, pelan-pelan, dengan hati yang lebih jernih.


TIM RMO

Posting Komentar

0 Komentar